700 Days of Battle: Us vs. the Police (2008/Japan)
Meet the silly gang, and i bet you’ll fancy all their clothes in this movie
Setelah dihibur dengan anak-anak band dari Brass Knuckle Boys, saya pun langsung
melanjutkan petualangan menonton film komedi gila Jepang lainnya.
Pilihan pun jatuh pada satu film yang sama-sama rilis tahun 2008 yang
berjudul lumayan panjang, yaitu 700 Days of Battle: Us vs. the Police (Boku tachi
to chûzai san no 700 nichi sensô). Ya film ini jika anda lihat dari
judulnya sangatlah mudah untuk dimengerti, dimana ada 700 hari
pertarungan antara sekelompok orang dengan seorang polisi, film
brutalkah? Sama sekali tidak, malah sebaliknya.
Alkisah di tahun 1979, seorang murid SMA di sebuah kota kecil bernama Saijo (Takuya Ishida)
sedang mengendarai motor bebeknya di sebuah turunan, tapi malang
dirinya ditilang polisi karena ngebut di akhir turunan jalan curam
tersebut. Saijo merasa dirugikan karena jebakan tilang di jalan yang
curam benar-benar tidak masuk akal, maka ia dan teman-temannya
di sekolah yang terkenal dengan geng super jailnya yang diketuai oleh
Mamachari (Hayato Ichihara) merencanakan pembalasan kepada polisi
tersebut dengan tindakan-tindakan jail yang awalnya sederhana menjadi semakin rumit dan konyol.
Satu
lagi film Jepang yang berhasil mengocok perut saya semalaman, film ini
benar-benar mengeluarkan potensi humor yang total, dimana humor
slapstick dan sitkom ada di dalam satu film. Dengan latar belakang akhir
tahun 70-an, film yang disutradarai Renpei Tsukamoto ini berhasil
menggambarkan semangat dan kekonyolan anak SMA pada masa tersebut,
sekaligus mengembalikan kenangan dan memori bahwa permainan dan
tindakan-tindakan jail yang terjadi ketika jaman sekolah dulu ternyata
tidak ada duanya jika dibandingkan dengan jaman serba modern seperti
sekarang.
Beberapa
lelucon yang memakai konsep repetitif berhasil ditampilkan dengan tidak
membosankan, itulah hebatnya film ini, apalagi ketujuh anggota geng
Mamachari yang terkenal dengan julukan granny bike-nya ini mempunyai
karakter yang berbeda-beda dan dieksplor habis-habisan di film yang
berdurasi hampir dua jam ini. Dengan alur cerita yang dibagi kedalam
beberapa chapter disesuaikan dengan operasi jail yang akan dilakukan
oleh Mamachari dan gengnya, film ini ternyata menyimpan banyak cerita
moral lain didalamnya selain perang jail konyol antara polisi dan
Mamachari dkk.
Seperti
yang pernah saya bilang, film Jepang selalu mempunyai cerita lain
dibalik cerita intinya, sama halnya dengan film ini yang ternyata
mempunyai cerita persahabatan menyentuh dan everlasting dibalik konflik
konyol antara sang polisi bertampang dingin dan para remaja labil ini.
Ya, at least dari perbuatan-perbuatan konyol yang dilakukan para
remaja-remaja di film ini, saya hampir menitikan air mata ketika film
ini akan mencapai klimaksnya, walaupun sangat predictable, tapi hal
tersebut memang pas menutup film komedi super konyol ini. Well,
benar-benar sebuah masterpiece untuk film komedi yang berlatarkan anak
sekolahan tahun 1979 pula.
Masa-masa
sekolah memang masa-masa yang paling menyenangkan, untungnya generasi
saya masih merasakan hal tersebut, melakukan tindakan iseng, jail
sekaligus konyol tanpa peduli apa itu yang namanya jatuh cinta atau
mempunyai gadget mahal. Para remaja gila di 700 Days of Battle: Us vs.
the Police ini telah membuktikan hal tersebut dengan memberi gambaran
paling otentik bagaimana seharusnya kita mengakhiri masa remaja kita di
sekolahan. Ya, film ini sangat saya rekomendasikan bagi anda yang kangen
dengan masa-masa sekolah dan film komedi gila, worth to watch!
Rating: 4/5